A. Kasus II : Askep klien dengan
tumor tulang
Seorang
klien usia 55 tahun dirawat diruangan perawatan umum dirumah sakit pemerintah.
Klien dirawat dengan keluhan nyeri dan edema pada tulang tungkai dextra
terutama pada malam hari. Seorang perawat melakukan anamnesa, didapatkan hasil
sebagai berikut : klien mengatakan mempunyai riwayat fraktur sejak 4 tahun yang
lalu tetapi tidak sembuh tuntas. Klien mengatakan sering menggigil dan terjadi
penurunan berat badan. Hasil TTV : TD : 110/70mmHg, HR : 110x/menit, RR :
24x/menit, Suhu : 38c. BB sebelum sakit : 60 kg. BB sekarang : 55 kg. Klien
mengatakan tidak nafsu makan. Hasil palpasi teraba massa dan lunak serta
menonjol di femur dextra dan terasa hangat, dan distensi pembuluh darah dan
pelebaran pembuluh vena sekitar femur sampai patella. Hasil pemeriksaan
radiologis menunjukan adanya segitiga codman dan destruksi tulang. Klien
direncanakan untuk dilakukan kemoterapi. Klien dan keluarga bertanya kenapa
bisa terkena penyakit ini. Diagnosa medis klien adalah Osteoma, perawat dan
dokter serta paramedic lainnya yang terkait melakukan perawatan secara
integrasi untuk menghindari/mengurangi resiko komplikasi lebih lanjut.
B.
Data Fokus
|
Data
subjektif
|
Data
Objektif
|
|
1.
Klien dirawat dengan keluhan nyeri
2.
Klien dirawat dengan keluhan edema pada
tulang tungkai dextra terutama pada malam hari
3.
Klien mengatakan mempunyai riwayat fraktur
sejak 4 tahun yang lalu tetapi tidak sembuh tuntas
4.
Klien mengatakan sering menggigil
5.
Klien mengatakan terjadi penurunan berat
badan
6.
Klien mengatakan tidak nafsu makan
7.
Klien dan keluarga bertanya kenapa bisa
terkena penyakit ini
|
1.
Hasil TTV : TD : 110/70mmHg, HR : 110x/menit,
RR : 24x/menit, Suhu : 38C.
2.
BB sebelum sakit : 60 kg
BB sekarang :
55 kg
3.
Hasil palpasi teraba massa dan lunak serta
menonjol difemur dextra dan terasa hangat
4.
Distensi pembuluh darah
5.
Pelebaran pembuluh vena sekitar femur sampai
patella
6.
Hasil pemeriksaan radiologis menunjukan
adanya segitiga codman dan destruksi tulang
7.
Klien direncanakan untuk dilakukan kemoterapi
Data tambahan :
1.
Klien tampak lemas
2.
Tampak mukosa bibir klien tidak elastis
3.
Turgor kulit buruk
4.
Teraba akral hangat
5.
TB :175cm
6.
IMT : BB/TB2
55/1752=
55/1,752=
55/3,06= 17,9
7.
BBI :
(TB – 100)-10%
(175 – 100)-10%
75 – 10% = 85
|
C.
Analisis Data
|
NO
|
DATA
|
MASALAH
|
ETIOLOGI
|
PARAF
|
|
1
|
Data subjektif:
1.
Klien dirawat dengan keluhan nyeri
2.
Klien dirawat dengan keluhan edema pada
tulang tungkai dextra terutama pada malam hari
3.
Klien mengatakan mempunyai riwayat fraktur
sejak 4 tahun yang lalu tetapi tidak sembuh tuntas
Data objektif:
1.
Hasil TTV : TD : 110/70mmHg, HR : 110x/menit,
RR : 24x/menit
2.
Hasil palpasi teraba massa dan lunak serta
menonjol difemur dextra dan terasa hangat
3.
Distensi pembuluh darah
4.
Pelebaran pembuluh vena sekitar femur sampai
patella
5.
Hasil pemeriksaan radiologis menunjukan
adanya segitiga codman dan destruksi tulang
6.
Klien direncanakan untuk dilakukan kemoterapi
|
Nyeri
|
Infasi
tumor secara langsung pada jaringan lunak
|
Ns. Dewi
|
|
2
|
Data subjektif:
1.
Klien mengatakan sering menggigil
Data Objektif:
1.
Suhu : 38C.
2.
Klien tampak lemas
3.
Tampak mukosa bibir klien tidak elastis
4.
Turgor kulit buruk
5.
Teraba akral hangat
|
Hipertermi
|
Perubahan
sistem imun dan proses penyakit
|
Ns.
Dewi
|
|
3.
|
Data subjektif :
1.
Klien mengatakan terjadi penurunan berat
badan
2.
Klien mengatakan tidak nafsu makan
Data objektif :
1.
BB sebelum sakit : 60kg, BB sekarang : 55 kg
2.
TB :175cm
3.
IMT : BB/TB2
55/1752=
55/1,752=
55/3,06= 17,9
4.
BBI :
(TB – 100)-10%
(175 – 100)-10%
5.
75 – 10% = 85
|
Perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh
|
Intake
yang tidak adekuat
|
Ns. Dewi
|
|
4
|
Data subjektif:
1.
Klien dan keluarga bertanya kenapa bisa
terkena penyakit ini
2.
Keluarga klien selalu menayakan tentang
kondisi klien saat ini
Data objektif:
1.
Klien direncanakan untuk dilakukan kemoterapi
|
Kurangnya
pengetahuan
|
Kurangnya
informasi mengenai proses penyakit
|
Ns.
Dewi
|
D.
Diagnosa
|
NO
|
DIAGNOSA
|
TGL
DITEMUKAN
|
TGL
TERCAPAI
|
PARAF
|
|
1
|
Nyeri
b.d Infasi tumor secara langsung pada jaringan lunak
|
5
September 2014
|
7
September 2014
|
Ns.
Dewi
|
|
2
|
Hipertermi
b.d Perubahan sistem imun dan proses penyakit
|
5
September 2014
|
7
September 2014
|
Ns.
Dewi
|
|
3
|
Perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh b.d Intake yang tidak adekuat
|
5
Semptember 2014
|
7
September 2014
|
Ns.
Dewi
|
|
4.
|
Kurangnya
pengetahuan b.d Kurangnya informasi mengenai proses penyakit
|
5
September 2014
|
7
September 2014
|
Ns.
Dewi
|
E.
Intervensi Keperawatan
|
NO
|
TUJUAN
DAN KH
|
INTERVENSI
|
RASIONAL
|
PARAF
|
|
1.
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama
3x 24 jam diharapkan masalah Nyeri b.d Infasi tumor
secara langsung pada jaringan lunak dapat teratasi Dengan
kriteria hasil:
1. Klien
tidak mengeluh nyeri
2. keluhan
edema berkurang pada tulang tungkai dextra
|
Mandiri
1.
Manejemen nyeri
-
Berikan informasi tentang nyeri seperti
penyebab nyeri berapa lama akan berlangsung dan antisipasi ketridaknyamanan
akibat prosedur
-
Lakukan pengkajian nyeri yg komprehensif
meliputi lokasi,karakteristik,durasi ,frekuensi,kualitas atau keparahan nyeri
-
Observasi isyarat nonverbal ketidaknyamanan
khususnya pada mereka yg tidak mampu berkomunikasi efektif
-
Bantu klien untuk lebih berfokus pada
aktifitas bukan pada nyeri dan rasa tidak nyaman dengan melakukan pengalihan
melalui televisi dan interaksi dengan pengunjung
Kolaboratif
-
Gunakan tindakan pengendalian nyeri seebelum
nyeri menjadi lebi berat
-
Laporkan kepada dokter jika tindakan tidak
berhasil atu jika keluhan saat ini merupakan perubahan yg bermakna dari pengalaman nyeri klien dimassa lalu.
|
Meringankan
atau mengurangi nyeri sampai pada tingkat kenyamanana yg dapat diterima oleh
klien
|
Ns. dewi
|
|
1.
2
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan Hipertermi
b.d Perubahan sistem imun dan proses penyakit dengan
kriteria hasil :
1. Membrane
mukosa bibir lembab
2. Turgor
kulit baik
3. Sudah
tidak tampak lemas dan lesu
|
Mandiri:
1. Pantau
suhu pasien (derajat dan pola), perhatikan menggigil/diaforesis
2. Mengevaluasi suhu tubuh klien setiap 2 jam
3. Berikan
kompres air keran
4. Kaji suhu
lingkungan, sediakan selimut.
5. Anjurkan
keluarga untuk menggunakan pakaian anaknya yang tipis dan mudah
menyerap keringat
6. Berikan / anjurkan keluarga untuk anaknya banyak minum
7. Observasi
intake dan output
Kolaborasi:
1. Berikan obat antipiretik sesuai indiikasi
2. Kolaborasi pemberian cairan intravena
|
Mandiri:
Kolaborasi:
1. Di gunakan untuk mengurangi demam umumnya lebih besar dari
39.5-40
2. Pemberian
cairan sangat penting bagi pasien dengan suhu tubuh yang tinggi
|
Ns. dewi
|
|
3.
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama
3 x 24 jam diharapkan Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d Intake
yang tidak adekuat dapat teratasi dengan
kriteria hasil:
|
Mandiri:
Kolaborasi:
|
Mandiri:
1.
Mengetahui
frekuensi Suhu,Nadi dan tekanan Darah Klien
2.
Mengetahui Frekuensi Bising usus
3.
Menjadi indicator
keberhasilan asuhan keperawatan
4.
Memenuhi kecukupan nutrisi yang tidak terpenuhi
5.
Meningkatkan nafsu makan
6.
Makanan hangat dan lunak
dapat mempermudah makan dan makanan menarik dapat meningkatkan nafsu makan
pada anak
Kolaborasi:
1.
Meningkatkan nafsu makan Klien
2.
Ketepatan dalam pemberian
nutrisi klien Untuk pemberian obat sesuai
indikasi
|
Ns.
Dewi
|
|
4
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan diharapkan Kurangnya pengetahuan b.d
Kurangnya informasi mengenai proses penyakit dapat
teratasi Dengan kriteria hasil:
|
Mandiri:
2. Identifikasi sumber stress dan diskusikan faktor pencetus tumor tulang
|
Mandiri:
1.
Meningkatkan pengetahuan klien
2.
Identifikasi
rencana asuhan sesuai sumber stress
3.
Meningkatkan
informasi keluarga untuk dapat mengidentifikasi tanda-tanda tumor tulang sedini mungkin.
|
Ns.
Dewi
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar