Jumat, 24 Oktober 2014

Askep Klien Dengan Tumor Tulang


A.   Kasus II : Askep klien dengan tumor tulang
Seorang klien usia 55 tahun dirawat diruangan perawatan umum dirumah sakit pemerintah. Klien dirawat dengan keluhan nyeri dan edema pada tulang tungkai dextra terutama pada malam hari. Seorang perawat melakukan anamnesa, didapatkan hasil sebagai berikut : klien mengatakan mempunyai riwayat fraktur sejak 4 tahun yang lalu tetapi tidak sembuh tuntas. Klien mengatakan sering menggigil dan terjadi penurunan berat badan. Hasil TTV : TD : 110/70mmHg, HR : 110x/menit, RR : 24x/menit, Suhu : 38c. BB sebelum sakit : 60 kg. BB sekarang : 55 kg. Klien mengatakan tidak nafsu makan. Hasil palpasi teraba massa dan lunak serta menonjol di femur dextra dan terasa hangat, dan distensi pembuluh darah dan pelebaran pembuluh vena sekitar femur sampai patella. Hasil pemeriksaan radiologis menunjukan adanya segitiga codman dan destruksi tulang. Klien direncanakan untuk dilakukan kemoterapi. Klien dan keluarga bertanya kenapa bisa terkena penyakit ini. Diagnosa medis klien adalah Osteoma, perawat dan dokter serta paramedic lainnya yang terkait melakukan perawatan secara integrasi untuk menghindari/mengurangi resiko komplikasi lebih lanjut.

B.     Data Fokus
Data subjektif
Data Objektif
1.      Klien dirawat dengan keluhan nyeri
2.      Klien dirawat dengan keluhan edema pada tulang tungkai dextra terutama pada malam hari
3.      Klien mengatakan mempunyai riwayat fraktur sejak 4 tahun yang lalu tetapi tidak sembuh tuntas
4.     Klien mengatakan sering menggigil
5.      Klien mengatakan terjadi penurunan berat badan
6.     Klien mengatakan tidak nafsu makan
7.     Klien dan keluarga bertanya kenapa bisa terkena penyakit ini

1.      Hasil TTV : TD : 110/70mmHg, HR : 110x/menit, RR : 24x/menit, Suhu : 38C.
2.      BB sebelum sakit : 60 kg
BB sekarang : 55 kg
3.      Hasil palpasi teraba massa dan lunak serta menonjol difemur dextra dan terasa hangat
4.     Distensi pembuluh darah
5.      Pelebaran pembuluh vena sekitar femur sampai patella
6.     Hasil pemeriksaan radiologis menunjukan adanya segitiga codman dan destruksi tulang
7.     Klien direncanakan untuk dilakukan kemoterapi

Data tambahan :
1.      Klien tampak lemas
2.      Tampak mukosa bibir klien tidak elastis
3.      Turgor kulit buruk
4.     Teraba akral hangat
5.      TB :175cm
6.     IMT : BB/TB2
55/1752=        
55/1,752=
55/3,06= 17,9
7.     BBI :
(TB – 100)-10%
(175 – 100)-10%
75 – 10% = 85



C.     Analisis Data
NO
DATA
MASALAH
ETIOLOGI
PARAF
1
Data subjektif:
1.      Klien dirawat dengan keluhan nyeri
2.      Klien dirawat dengan keluhan edema pada tulang tungkai dextra terutama pada malam hari
3.      Klien mengatakan mempunyai riwayat fraktur sejak 4 tahun yang lalu tetapi tidak sembuh tuntas
Data objektif:
1.      Hasil TTV : TD : 110/70mmHg, HR : 110x/menit, RR : 24x/menit
2.      Hasil palpasi teraba massa dan lunak serta menonjol difemur dextra dan terasa hangat
3.      Distensi pembuluh darah
4.     Pelebaran pembuluh vena sekitar femur sampai patella
5.      Hasil pemeriksaan radiologis menunjukan adanya segitiga codman dan destruksi tulang
6.     Klien direncanakan untuk dilakukan kemoterapi

Nyeri
Infasi tumor secara langsung pada jaringan lunak
Ns. Dewi
2
Data subjektif:
1.      Klien mengatakan sering menggigil

Data Objektif:
1.      Suhu : 38C.
2.      Klien tampak lemas
3.      Tampak mukosa bibir klien tidak elastis
4.     Turgor kulit buruk
5.      Teraba akral hangat
Hipertermi
Perubahan sistem imun dan proses penyakit
Ns. Dewi
3.
Data subjektif :
1.      Klien mengatakan terjadi penurunan berat badan
2.      Klien mengatakan tidak nafsu makan

Data objektif :
1.      BB sebelum sakit : 60kg, BB sekarang : 55 kg
2.      TB :175cm
3.      IMT : BB/TB2
55/1752=        
55/1,752=
55/3,06= 17,9
4.     BBI :
(TB – 100)-10%
(175 – 100)-10%
5.      75 – 10% = 85

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Intake yang tidak adekuat
Ns. Dewi
4
Data subjektif:
1.      Klien dan keluarga bertanya kenapa bisa terkena penyakit ini
2.      Keluarga klien selalu menayakan tentang kondisi klien saat ini
Data objektif:
1.      Klien direncanakan untuk dilakukan kemoterapi


Kurangnya pengetahuan
Kurangnya informasi mengenai proses penyakit
Ns. Dewi


D.     Diagnosa
NO
DIAGNOSA
TGL DITEMUKAN
TGL TERCAPAI
PARAF
1
Nyeri b.d Infasi tumor secara langsung pada jaringan lunak
5 September 2014
7 September 2014
Ns. Dewi
2
Hipertermi b.d Perubahan sistem imun dan proses penyakit
5 September 2014
7 September  2014
Ns. Dewi
3
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d Intake yang tidak adekuat
5 Semptember  2014
7 September 2014
Ns. Dewi
4.
Kurangnya pengetahuan b.d Kurangnya informasi mengenai proses penyakit
5 September 2014
7 September  2014
Ns. Dewi

E.     Intervensi Keperawatan
NO
TUJUAN DAN KH
INTERVENSI
RASIONAL
PARAF
1.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan  selama 3x 24 jam diharapkan masalah Nyeri b.d Infasi tumor secara langsung pada jaringan lunak dapat teratasi   Dengan kriteria hasil:
1.      Klien tidak mengeluh nyeri
2.      keluhan edema berkurang pada tulang tungkai dextra
Mandiri
1.      Manejemen nyeri
-          Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri berapa lama akan berlangsung dan antisipasi ketridaknyamanan akibat  prosedur
-          Lakukan pengkajian nyeri yg komprehensif meliputi lokasi,karakteristik,durasi ,frekuensi,kualitas atau  keparahan nyeri
-          Observasi isyarat nonverbal ketidaknyamanan khususnya pada mereka yg tidak mampu berkomunikasi efektif 
-          Bantu klien untuk lebih berfokus pada aktifitas bukan pada nyeri dan rasa tidak nyaman dengan melakukan pengalihan melalui televisi dan interaksi dengan pengunjung

Kolaboratif
-          Gunakan tindakan pengendalian nyeri seebelum nyeri menjadi lebi berat
-          Laporkan kepada dokter jika tindakan tidak berhasil atu jika keluhan saat ini merupakan perubahan yg bermakna  dari pengalaman nyeri klien dimassa lalu.
Meringankan atau mengurangi nyeri sampai pada tingkat kenyamanana yg dapat diterima oleh klien

Ns. dewi
1.       
2
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan Hipertermi b.d Perubahan sistem imun dan proses penyakit dengan kriteria hasil :
1.      Membrane mukosa bibir lembab
2.      Turgor kulit baik
3.      Sudah tidak tampak lemas dan lesu
Mandiri:
1.    Pantau suhu pasien (derajat dan pola), perhatikan menggigil/diaforesis
2.   Mengevaluasi suhu tubuh klien setiap 2 jam
3.   Berikan kompres air keran
4.   Kaji suhu lingkungan, sediakan selimut.
5.   Anjurkan keluarga untuk menggunakan pakaian anaknya yang tipis dan mudah menyerap keringat
6.   Berikan / anjurkan keluarga untuk anaknya banyak minum
7.   Observasi intake dan output


Kolaborasi:
1.      Berikan obat antipiretik sesuai indiikasi
2.      Kolaborasi pemberian cairan intravena

Mandiri:
  1. Tanda vital merupakan acuan untuk mengetahui keadaan umum pasien.
  2. Pemantauan perubahan dalam peningkatan suhu
  3. Kompres dingin akan terjadi pemindahan panas secara konduksi dan kompres air keran dapat menurunkan suhu secara optimal
  4. Mengidentifikasi peningkatan suhu akibat suhu ruangan yang panas
  5. Memberikan rasa nyaman dan pakaian yang tipis mudah menyerap keringat dan tidak merangsang peningkatan suhu tubuh.
  6. Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat evaporasi.
  7. Mendeteksi dini kekurangan cairan serta mengetahui keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
Kolaborasi:
1.      Di gunakan untuk mengurangi demam umumnya lebih besar dari 39.5-40
2.      Pemberian cairan sangat penting bagi pasien dengan suhu tubuh yang tinggi
Ns. dewi
3.
 Setelah dilakukan tindakan keperawatan  selama 3 x 24 jam diharapkan Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d Intake yang tidak adekuat  dapat teratasi dengan kriteria hasil:
  1. Berat badan meningkat
  2. Nafsu makan meningkat
Mandiri:
  1. Observasi vital sign tiap 6 jam.
  2.   Observasi  bising usus tiap pagi
  3. Timbang berat badan tiap pagi.
  4. Anjurkan keluarga untuk anaknya Diet tinggi kalori, tinggi protein.
  5.  Kaji makanan kesukaan klien dan anjurkan keluarga untuk memberikan makanan kesukaan klien
  6.  Berikan makanan hangat dan lunak dengan bentuk yang variatif dan menarik

Kolaborasi:
  1. Pemberian  Suplemen vitamin B Compleks
  2. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan diet klien
  3. Kolaborasi dengan dokter anak untuk pengobatan alternative klien

Mandiri:
1.      Mengetahui frekuensi Suhu,Nadi dan tekanan Darah Klien
2.      Mengetahui Frekuensi Bising usus
3.      Menjadi indicator keberhasilan asuhan keperawatan
4.     Memenuhi kecukupan nutrisi yang tidak terpenuhi
5.      Meningkatkan nafsu makan
6.     Makanan hangat dan lunak dapat mempermudah makan dan makanan menarik dapat meningkatkan nafsu makan pada anak

Kolaborasi:
1.      Meningkatkan nafsu makan Klien
2.      Ketepatan dalam pemberian nutrisi klien Untuk pemberian obat sesuai indikasi
Ns. Dewi
4
Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan Kurangnya pengetahuan b.d Kurangnya informasi mengenai proses penyakit dapat teratasi Dengan kriteria hasil:
  1. keluarga klien sudah mulai mengetahui mengenai penyakit yg diderita klien
  2. keluarga klien sudah tidak menyakan mengenai penyakit yang diderita klien
Mandiri:
  1. Berikan keluarga informasi yang tepat dengan keadaan individu
2.   Identifikasi sumber stress dan diskusikan faktor pencetus tumor tulang
  1. Berikan keluarga informasi tentang tanda dan gejala tumor tulang serta penyebabnya .
  2.  Diskusikan mengenai terapi obat-obatan termasuk juga ketaatan terhadap pengobatan dan tujuan terapi serta efek samping obat tersebut
Mandiri:
1.      Meningkatkan pengetahuan klien
2.      Identifikasi rencana asuhan sesuai sumber stress
3.      Meningkatkan informasi keluarga untuk dapat mengidentifikasi tanda-tanda tumor tulang sedini mungkin.

Ns. Dewi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar