ANATOMI PARU:

DEFINISI
•
Tumor paru merupakan keganasan pada jaringan paru (Price,
Patofisiologi, 1995).
•
Kanker paru merupakan abnormalitas dari sel – sel yang
mengalami proliferasi dalam paru (Underwood, Patologi, 2000).
ETIOLOGI
·
Merokok
·
Diet
·
Polusi
udara
·
Kanker
paru akibat kerja
·
Iradiasi
·
Genetic
TEORI ONKOGENESIS:
•
Terjadinya kanker paru didasari oleh tampilnya gen
suppresor tumor dalam genom (onkogen).
•
Adanya inisiator mengubah gen supresor tumor dengan cara
menghilangkan (delesi/del) atau penyisipan (insersi/ inS) sebagian susunan
pasangan basanya
•
Tampilnya gen erbB1 dan atau neu/erbB2 berperan dalam
anti apoptosis (mekanisme sel untuk mati secara alamiah- programmed cell
death).
•
Perubahan tampilan gen kasus ini menyebabkan sel sasaran
dalam hal ini sel paru berubah menjadi sel kanker dengan sifat pertumbuhan yang
autonom.
•
Dengan demikian kanker merupakan penyakit genetic yang
pada permulaan terbatas pada sel sasaran kemudian menjadi agresif pada jaringan
sekitarnya
PROSES PEMBELAHAN
SEL:
MANIFESTASI KLINIS:
- Gejala awal.
Stridor lokal dan dispnea ringan yang mungkin disebabkan oleh obstruksi bronkus. - Gejala umum.
a. Batuk
Kemungkinan akibat iritasi yang disebabkan oleh massa tumor. Batuk mulai sebagai batuk kering tanpa membentuk sputum, tetapi berkembang sampai titik dimana dibentuk sputum yang kental dan purulen dalam berespon terhadap infeksi sekunder.
b. Hemoptisis
Sputum bersemu darah karena sputum melalui permukaan tumor yang mengalami ulserasi.
c. Anoreksia, lelah, berkurangnya berat badan.
STAGING KANKER
PARU:
Occult
|
Tx
|
No
|
Mo
|
Baru
1997
|
TNM
|
Stage
0
|
Tis
|
Carsinoma
|
Insitu
|
||
Stage
I
|
T
1 -2
|
N0
|
M0
|
Stage
IA
|
TIN0M0
|
Stage
II
|
T
1 -2
|
N1
|
M0
|
Stage
IB
|
T2N0M0
|
Stage
IIIA
|
T3
|
N0-1
|
M0
|
Stage
IIA
|
TIN1M0
|
T
1 -3
|
N2
|
M0
|
Stage
IIB
|
T2N1M0
|
|
Stage
IIIB
|
T4
|
N0-3
|
M0
|
Stage
IIIA
|
T1-3N2M0
|
T3N1M0
|
|||||
T
1 -3
|
N3
|
M0
|
Stage
IIIB
|
T4
Any NM0
|
|
Any
TN3M0
|
|||||
Stage
IV
|
T1-4
|
N1-3
|
M1
|
Stage
IV
|
Any
T Any NM1
|
Keterangan:
Tx :
1. Tumor terbukti ganas didapat dari secret bronkopulmoner,
tapi tidak terlihat secara bronkoskopis dan radiologis.
2. Tumor tidak bias dinilai pada staging retreatment
Tis :
Carsinoma in situ (pre invasive carcinoma)
T1 : Tumor,
diameter < 3 cm
T2 : Tumor,
diameter 3 cm atau terdapat atelektasis pada distal hilus
T3 : Tumor
ukuran apapun meluas ke pleura, dinding dada, diafragma, perikardium, < 2 cm dari karina, terdapat atelektasis total.
T4 : Tumor
ukuran apapun invasi ke mediastinum atau terdapat efusi pleuramaligna.
N0 : Tidak
ada kelenjar getah bening (KGB) yang terlibat
N1 :
Metatasis KGB bronkopulmoner atau ipsilateral
hilus
N2 :
Metatasis KGB mediastinal atas sub carina
N3 :
Metatasis KGB mediastinal kontra lateral atau hilus atau KGB skalenus atau supraklavikular
M0 : Tidak
ada metatasis jinak
M1 :
Metatasis jinak pada organ (otak, hati, dll)
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK:
1. Radiologi.
- Foto thorax posterior – anterior (PA)
- Bronkhografi.
2.
Laboratorium:
- Sitologi (sputum, pleural, atau nodus limfe).
- Pemeriksaan fungsi paru dan GDA
- Tes kulit, jumlah absolute limfosit.
3. Histopatologi.
- Bronkoskopi.
- Biopsi Trans Torakal (TTB).
- Torakoskopi.
- Mediastinosopi.
- Torakotomi.
4. Pencitraan.
- CT- Scanning, untuk mengevaluasi jaringan parenkim paru dan pleura.
- MRI.
CONTOH GAMBAR:




•
Kuratif: Memperpanjang masa bebas penyakit dan
meningkatkan angka harapan hidup klien
•
Paliatif: Mengurangi dampak kanker, meningkatkan kualitas
hidup.
•
Rawat rumah (Hospice care) pada kasus terminal:
Mengurangi dampak fisis maupun psikologis kanker baik pada pasien maupun
keluarga
•
Suportif:
Menunjang pengobatan kuratif, paliatif dan terminal seperti
pemberian nutrisi, tranfusi darah dan komponen darah, obat anti nyeri dan anti
infeksi.
- Pembedahan:
•
Toraktomi eksplorasi: Untuk
mengkomfirmasi diagnosa tersangka penyakit paru atau toraks khususnya
karsinoma, untuk melakukan biopsy.
•
Pneumonektomi pengangkatan paru
•
Lobektomi (pengangkatan lobus paru)
•
Resesi segmental:Merupakan pengankatan satu atau lebih
segmen paru.
•
Resesi baji: Merupakan pengangkatan dari permukaan paru –
paru berbentuk baji (potongan es).
•
Dekortikasi
:Merupakan pengangkatan bahan – bahan fibrin dari pleura
viscelaris).
•
2. Radiasi:
•
Pada
beberapa kasus, radioterapi dilakukan sebagai pengobatan kuratif dan bisa juga
sebagai terapi adjuvant/ paliatif pada tumor dengan komplikasi, seperti
mengurangi efek obstruksi/ penekanan terhadap pembuluh darah/ bronkus.
•
3. Kemoterafi:
•
Kemoterapi
digunakan untuk mengganggu pola pertumbuhan tumor, untuk menangani pasien
dengan tumor paru sel kecil atau dengan metastasi luas serta untuk melengkapi
bedah atau terapi radiasi.
ASKEP
•
PENGKAJIAN.
•
Aktivitas/ istirahat
•
Sirkulasi.
•
Integritas ego.
•
Eliminasi.
•
Makanan/ cairan.
•
Nyeri/ kenyamanan
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
- Kerusakan pertukaran gas
- Bersihan jalan nafas
tidak efektif.
- Ketakutan/Anxietas
- Kurang pengetahuan mengenai kondisi, tindakan, prognosis.
INTERVENSI
1. Kerusakan pertukaran gas
•
Kaji status pernafasan dengan sering, catat peningkatan
frekuensi atau upaya pernafasan atau perubahan pola nafas.
•
Catat ada atau tidak adanya bunyi tambahan dan adanya
bunyi tambahan, misalnya krekels, mengi.
•
Kaji adanya sianosis
•
Kolaborasi pemberian oksigen lembab sesuai indikasi
•
Awasi atau gambarkan seri GDA.
2. Bersihan jalan nafas tidak efektif.
•
Catat
perubahan upaya dan pola bernafas.
•
Observasi
penurunan ekspensi dinding dada dan adanya.
•
Catat
karakteristik batuk (misalnya, menetap, efektif, tak efektif), juga produksi
dan karakteristik sputum.
•
Pertahankan posisi tubuh/ kepala tepat dan gunakan alat
jalan nafas sesuai kebutuhan.
•
Kolaborasi pemberian bronkodilator, contoh aminofilin,
albuterol dll. Awasi untuk efek samping merugikan dari obat, contoh takikardi,
hipertensi, tremor, insomnia.
3.Ketakutan/Anxietas.
•
Observasi peningkatan gelisah, emosi labil.
•
Pertahankan lingkungan tenang dengan sedikit rangsangan.
•
Tunjukkan/ Bantu dengan teknik relaksasi, meditasi,
bimbingan imajinasi.
•
Identifikasi perspsi klien terhadap ancaman yang ada oleh
situasi.
•
Dorong pasien untuk mengakui dan menyatakan perasaan.
4. Kurang pengetahuan mengenai kondisi, tindakan,
prognosis.
•
Dorong belajar untuk memenuhi kebutuhan pasien. Beriak
informasi dalam cara yang jelas/ ringkas.
•
Berikan informasi verbal dan tertulis tentang obat
•
Kaji konseling nutrisi tentang rencana makan; kebutuhan
makanan kalori tinggi.
•
Berikan pedoman untuk aktivitas.
Mini Leacture
Ns. SEVEN ,S,Kep

Tidak ada komentar:
Posting Komentar